Popular posts

Unknown On Senin, 18 Februari 2013



Selasa, 12 Februari 2013 Radar Sulteng

PALU - Bila dibandingkan dengan triwulan sebelumnya dilihat dari berbagai indikator, kondisi perbankan di Sulteng triwulan  IV-2012 menunjukkan  adanya pertumbuhan tahunan positif
Secara  industri  (gabungan  Bank  Umum  dan  BPR),  jumlah aset perbankan di Sulteng pada bulan Desember 2012 tercatat sebesar Rp17.108,97 miliar atau tumbuh  sebesar 22,84 persen  (yoy). “Sementara, jumlah DPK  (Dana Pihak Ketiga) yang  dihimpun  di akhir triwulan IV-2012  tercatat  sebesar  Rp10.306,56 miliar atau  tumbuh sebesar 12,74 persen (yoy),” jelas Deputi Bidang Moneter Kantor bank Indonesia Perwakilan Sulteng di Careto CafĂ©, kemarin.
Sementara itu, dalam  hal  penyaluran  kredit,  secara keseluruhan  kinerja  perbankan  menunjukkan meningkat. Pertumbuhan  mencapai hingga 25,83 persen (yoy), sehingga  total  penyaluran  kredit  menjadi  Rp14.541,89 miliar pada  akhir  triwulan  IV-2012.  Dan berdasarkan jenis  penggunaan,  kredit investasi mengalami  pertumbuhan  tertinggi, diikuti  kredit kredit konsumsi dan kredit modal kerja.  “Yang paling dominan adalah kredit konsumsi,” sebutnya.
Wuryanto menyebutkan, hingga akhir  triwulan IV-2012,  jumlah  rekening  simpanan  di  Sulteng  tercatat sebanyak 941.155 rekening. Dengan jumlah penduduk sebesar 2,63 juta maka  rasio  rekening  simpanan  terhadap  jumlah  penduduk  adalah  36 persen atau sekitar sepertiga jumlah penduduk yang ada, atau dengan kata lain sebanyak 64 persen penduduk belum memiliki tabungan di bank.
Di sisi  lain  jumlah  rekening  kredit  di  Sulteng tercatat sebanyak 218.955 rekening, sedikit  menurun  dibandingkan  dengan  triwulan  sebelumnya 219.168 rekening. Hal ini menunjukkan bahwa baru 1 dari 12 orang dari jumlah penduduk Sulteng yang telah mengakses kredit perbankan.
Sementara  itu,  bila dilihat dari kualitas kredit di Sulteng secara umum masih baik. Kualitas  kredit  yang  dikucurkan oleh perbankan di Sulteng masih  tetap  terjaga  di  level rendah, masih jauh di bawah angka 5 persen. Rasio  NPL-gross perbankan  di Sulteng pada  triwulan IV-2012 tercatat  sebesar  2,54 persen, lebih rendah  dibandingkan  triwulan sebelumnya.
“Di  sisi  lain,  tingkat  LDR  perbankan  di  Sulawesi  Tengah  mencapai angka  141,09 persen.  Hal  ini  menunjukkan  intermediasi  yang  dilakukan  perbankan  sudah baik,” pungkasnya.

SISTEM PEMBAYARAN
Relatif sama dengan kondisi perbankan, aktivitas   kliring  dan  RTGS  di  Sulteng pada triwulan IV 2012 mengalami peningkatan  baik dari  segi  nominal  maupun  volume dibandingkan  triwulan sebelumnya.  Nominal  kliring  di  triwulan  laporan  tercatat  mencapai Rp1.458,51 miliar atau meningkat 22,07 persen ( qtq). Sementara kualitas kliring di wilayah kerja Kantor Perwakilan BI  Sulteng pada  triwulan IV-2012 cenderung menurun (terjadi  peningkatan  cek/BG  kosong).  Di  sisi  lain,  nominal  RTGS  mengalami peningkatan  yang  tinggi dibandingkan  triwulan  sebelumnya  baik  di  sisi ingoing maupun outgoing. 
Wuryanto menyebutkan, aliran uang kartal di BI Sulteng pada triwulan IV-2012 berada pada kondisi net outflow. Jumlah aliran uang kartal yang masuk ke BI  Sulteng dari  perbankan  dan  masyarakat  (inflow)  sepanjang triwulan IV-2012 tercatat mencapai Rp332,64 miliar atau turun sebesar -48,88 persen (qtq). Sedangkan aliran  uang  kartal  yang  keluar  dari BI  Sulteng ke perbankan dan masyarakat (outflow) justru meningkat sebesar 35,71 persen (qtq) hingga  menjadi  Rp1.527,36 miliar.
“Peningkatan  realisasi  anggaran  pemerintah daerah  menjelang  akhir  tahun,  dan realisasi  pembangunan  beberapa  proyek swasta  di  berbagai  daerah  di  Sulteng berpengaruh  pada  peningkatan outflow ini,” jelasnya. (ars)

Leave a Reply

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments